Category Archives: Artikel T.Sipil

*HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN*

Proudly Present
📢📢📢

*UNSOED CONCRETE COMPETITION*

👉🏻Untuk sseluruh mahasiswa aktif Teknik Sipil UNSOED

⏳Waktu pendaftaran
11 September 2017 – 8 Oktober 2017

💰Biaya pendaftaran 80k per tim

✍🏼Langsung isi form pendaftaran di bit.ly/pendaftaranUCC2017

📃Unduh panduan lomba Unsoed Concrete Competition di
https://drive.google.com/file/d/0B14pIIzVFkj7bFM2WXZsTGJTTFk/view?usp=drivesdk
🏆Jadilah yang terbaik dan dapatkan hadiahnya!!

Contact Person
-Ali Imron (081904418008)
– Andy Yohannes (081295999669)
-Zumna Nasyahta J (085200444186)
-Dean Anggita (085747968868)

#LUSTRUM3HMTS
#HMTSUNSOED
#HMTSJAYA

Dinding Artistik dengan Bata Botol Bekas Sebagai Material Konstruksi Ramah Lingkungan

Di masa depan, konsep “ green Living “ pada konstruksi diyakini memiliki banyak keuntungan. Presiden American Concrete Institute (ACI) Indonesia mengatakan, konsep ini memungkinkan untuk menggunakan material limbah. Dengan demikian biaya yang di hemat cukup banyak.

Dengan menggunakan bahan-bahan bekas, secara otomatis anggaran menjadi lebih murah. Prinsip ramah lingkungan dalam konstruksi adalah menggunakan bahan-bahan seperlunya, dengan memperhatikan kontribusi bahan tersebut terhadap pencemaran lingkungan.

Salah satu penggunaan limbah yang dapat digunakan sebagai kontruksi bangunan adalah limbah botol minuman. Botol bekas minuman ini dapat dihunakan sebagai bahan konstruksi bengunan pengganti bata. Dengan menggunakan botol bekas ini tidak hanya melihat sisi ekonomis, nnamun juga sekaligus ikut membantu mengurangi jumlah sampah. Apalagi sampah botol termasuk sampah yang paling sulit terurai di tanah.

Berikut beberapa kelebihan rumah dengan botol bekas :

1.Hemat anggaran

Material bata sebagai bahan konstruksi bangunan dianggap cukup mahal. Sehingga dapat diganti dengan limbah botol yang lebih murah.

2.Tidak gampang rapuh

Orang Indonesia lazim menggunakan bata sebagai material dinding rumah. Bata yang terbuat dari tanah tentu saja gampang rapuh. Coba bandingkan dengan botol yang terbuat dari kaca akan membuatnya lebih tahan lama.

3.Bioklimatis

Arsitektur rumah botol termasuk bioklimatis. Artinya, desain rumah ini mampu menjaga suhu dalam ruangan tetap sejuk. Botol tersebut juga dapat menyerap radiasi sinar matahari dan meradiasikannya kembali ke atmosfer pada malam hari, sehingga tidak perlu menggunakan AC sebagai pendingin ruangan. Hal ini juga dapat mengurangi sedikit pemanasan global.

 

(Gambar Rumah dinding botol, Ridwan Kamil.)

4.Konstruksi hijau

Tidak bisa dipungkiri lagi, rumah botol plastik tergolong ramah lingkungan. Tidak seperti bata yang harus dibakar saat proses pembuatannya, serta membutuhkan banyak kayu bakar. Hal ini akan berdampak pada penebangan hutan. Sedangkan limbah botol minuman tidak demikian, bahkan dapat mengurangi volume sampah di bumi.

Salah satu penggunaan sampah botol sebagai material bangunan adalah rumah milik arsitek muda Indonesia, Ridwan Kamil. Terletak di kota berhawa sejuk, Bandung. Rumah ini dibangun dengan mengguanakan 30.000 botol kaca bekas minuman energi. Selain memadukan rancangan rumah botol dengan kayu, rumah ini juga menggabungkan susunan botol dengan glass block dibeberapa bagian dinding ruangan.

(Penggunaan glass block pada bagian dinding ruangan.)

Guna meminimalkan penggunaan cat dibagian luar bangunan, sang arsitek juga membiarkan beberapa bagian beton terekspos dan menampilkan warna natural betonnya. Selain ramah lingkungan, rumah ini layak diberi label green living. Bukan hanya karena dibangun dari botol kaca, melainkan juga karena sifat kaca yang tembus pandang sehingga memungkinkan cahaya matahari masuk pada siang hari membuat bangunan ini mampu menghemat penggunaan cahaya lampu pada siang hari.

(Dinding dari botol kaca dapat meminimalisir penggunaan listrik di siang hari.)

Sumber : www.beritalingkungan.com

Pemulung Adalah Pahlawan Lingkungan Hidup

Pemulung adalah pahlawan lingkungan hidup dan itu benar. Pemulung sampah di sekitar kita, yang hampir tanpa kenal lelah dan bosan terus memunguti sampah setiap harinya mulai dari sampah plastik, kardus bekas makanan, botol air mineral, kertas koran yang tidak lagi berguna, bekas – bekas besi yang tidak mudah di cerna oleh udara dan tanah dan aneka sampah lainnya yang mungkin bagi pemulung sangat berguna untuk menyambung hidup mereka.

 

Pekerjaan mereka tentunya ikut membersihkan “Lingkungan Dari Sekitar Tempat Tinggal Maupun Tempat Beraktivitas Kita”. Betapa mulianya pekerjaan mereka, tak mengenal, panas, hujan maupun angin. melihat pekerjaan mereka, apakah kita Peduli terhadap Pemulung? Secara jujur banyak yang tidak peduli, dan pernyataan kasarnya adalah, selama mereka dapat uang, silahkan lakukan memulung sampah!

Bahkan banyak tempat disekitar kita yang memasang tanda larangan bagi pemulung, dengan banyak alasan. Antara lain, curiga apabila salah satu dari pemulung akan mencuri barang – barang kita yang masih berguna. Selama kita mampu menjaga barang kita, mengapa takut dan curiga?

Ini satu ajakan dari sisi kemanusiaan, mari mulai peduli dengan pemulung yang adalah pahlawan lingkungan hidup dengan cara sederhana. Kumpulkan barang – barang kita, semisal botol air mineral, plastik, kardus bekas makanan dll dalam satu wadah, kemudian apabila ada pemulung datang, serahkan kepada mereka untuk di daur ulangdi tempat yang semestinya.

Dengan metode tersebut, maka kita sendiri telah peduli lingkungan agar lingkungan kita menjadi bersih. Dan juga kita telah menolong meringankan beban para pemulung dalam mengais rejeki dari mengumpulkan sampah. Itu akan bernilai ibadah bagi kita. Coba bayangkan sejenak apabila tidak ada seorang pun mau melakukan

pekerjaan sebagai pemulung. Apa yang terjadi dengan sampah kita? Apa yang terjadi dengan lingkungan kita?

Powered by WordPress | Designed by: photography charlottesville va | Thanks to ppc software, penny auction and larry goins